Blog categories
Blog search

3 Teknik Ini, Bikin Matematika Jadi Lebih Mudah!

Posted on1 Year ago 303

Pelajaran matematika sering dikatakan sebagai pelajaran yang menyeramkan dan membosankan. Hal itu lantaran penyelesaian soalnya yang rumit dan sering kali membuat sakit kepala karena soalnya yang sulit untuk dipecahkan. 

Banyak siswa yang enggan mempelajari matematika, mereka seraya berpikir bahwa matematika sangat sulit karena bergelut dengan angka. Sementara itu mereka lebih senang mempelajari pelajaran yang simpel dan hanya memerlukan keahlian menghafal dibandingkan keahlian menghitung.

Sebetulnya jika kamu sudah mengetahui teknik-teknik mengerjakan soal matematika, niscaya kamu tidak akan dibuat pusing lagi. Setidaknya ada tiga cara sederhana untuk menaklukkan soal matematika. 

Tentunya dengan melakukan cara ini kamu akan jauh lebih semangat dalam mengerjakan soal matematika. Penasaran? Yuk simak artikel ini sampai habis



Metode Kumon

Metode kumon ini pertama kali dikembangkan di Jepang namun ternyata saat ini metode kumon telah menyebar hingga ke 51 negara loh.  Metode Kumon adalah metode belajar matematika dan pemahaman bacaan yang diterapkan di kelas-kelas secara efektif. Metode Kumon memiliki tujuan agar siswa-siswanya mencapai materi SMA dengan belajar secara mandiri. 

Siswa Kumon biasanya akan memulai pembelajarannya di Kumon dari materi yang mudah untuk membentuk kebiasaan belajar, konsentrasi, dan pemahaman dasar yang kuat. Lembar kerja matematika Kumon disusun dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap sehingga siswa yang masih duduk di sekolah dasar atau prasekolah dapat mengalami kemajuan hingga materi diferensial dan kalkulus.

Lembar kerja program matematika disusun seperti berikut

Level 6A: Membaca bilangan sampai dengan 10.

Level 5A: Membaca sampai dengan bilangan 50.

Level 4A: Menulis bilangan sampai dengan 50, membaca bilangan sampai
                dengan 100.

Level 3A: Menulis bilangan sampai dengan 120, pengenalan penjumlahan.

Level 2A: Penjumlahan sampai dengan penjumlahan 10.

Level A: Penjumlahan dan pengurangan.

Level B: Penjumlahan dan pengurangan bersusun.

Level C: Tabel perkalian, perkalian, dan pembagian.

Level D: Perkalian, pembagian, dan pengenalan pecahan.

Level E: Pecahan

Level F: Empat operasi matematika pada pecahan, desimal.

Level G: Bilangan positif dan negatif, persamaan linear.

Level H: Persamaan linear majemuk, fungsi, dan grafik.

Level I: Pemfaktoran, persamaan kuadrat, fungsi kuadrat, teorema Pythagoras.

Level J: Pemfaktoran tingkat tinggi, teorema sisa, teorema faktor.

Level K: Fungsi (fungsi kuadrat, pecahan, irasional, dan eksponen).

Level L: Fungsi logaritma, kalkulus diferensial, integral.

Level M: Trigonometri, persamaan garis, lingkaran.

Level N: Tempat kedudukan, barisan dan deret, limit dan turunan.

Level O: Kalkulus integral, persamaan diferensial.

Level X (lanjutan): XM, XP, XS, XT, dan XV (Matriks, Probabilitas, Statistik, Segitiga, dan Vektor).



Sempoa

Metode Sempoa sudah digunakan untuk belajar matematika sejak lama. Metode ini menggunakan bantuan alat penghitung sederhana. Sempoa merupakan sistem bilangan desimal murni yang hanya terdiri dari 2 baris manik-manik. Baris bagian atas terdiri dari 1 baris manik-manik dan baris bagian bawah terdiri dari 4 baris manik-manik. Ada juga soroban dengan 5 baris manik-manik pada setiap kolom.

Baris manik-manik bagian atas (sebuah manik-manik per batang) bernilai 5, sedangkan manik-manik bagian bawah (4 manik-manik per batang) bernilai 1. Garis tengah di antara kelompok manik-manik tersebut disebut "garis nilai". Pada kondisi nol, tidak ada manik-manik yang menempel pada garis nilai. Batang sempoa pada posisi paling kanan bernilai satuan, dengan batang di sebelah kirinya bernilai puluhan, ratusan, dan begitu seterusnya ke arah kiri.




Jarimatika

Metode Jarimatika merupakan suatu metode berhitung yang menggunakan jari tangan. Metode ini pertama kali dikembangkan pada tahun 2004 oleh seorang perempuan yang bernama Septi Peni Wulandani. 

Walaupun dengan cara sederhana tapi jarimatika efektif untuk memecahkan soal sederhana seperti tambah, kali, bagi dan kurang. Dalam Jarimatika, tangan kanan digunakan untuk melambangkan satuan, sedangkan tangan kiri digunakan untuk melambangkan puluhan.

Angka 1 diwakili oleh jari telunjuk tangan kanan

Angka 2 diwakili oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kanan

Angka 3 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kanan

Angka 4 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking tangan kanan

Angka 5 diwakili oleh jari jempol tangan kanan

Angka 6 diwakili oleh jari jempol dan jari telunjuk tangan kanan

Angka 7 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk dan jari jari tengah tangan kanan

Angka 8 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk, jari jari tengah dan jari jari manis tangan kanan

Angka 9 diwakili oleh kelima jari tangan kanan

Penggunaan yang sama untuk jari tangan kiri, dengan nilai puluhan.

Penggunaan jari kiri melambangkan nilai puluhan

Angka 10 diwakili oleh jari telunjuk tangan kiri

Angka 20 diwakili oleh jari telunjuk dan jari tengah tangan kiri

Angka 30 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah dan jari manis tangan kiri

Angka 40 diwakili oleh jari telunjuk, jari tengah, jari manis dan jari kelingking tangan kiri

Angka 50 diwakili oleh jari jempol tangan kiri

Angka 60 diwakili oleh jari jempol dan jari telunjuk tangan kiri

Angka 70 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk dan jari jari tengah tangan kiri

Angka 80 diwakili oleh jari jempol, jari telunjuk, jari jari tengah dan jari jari manis tangan kiri

Angka 90 diwakili oleh kelima jari tangan kiri

Menu