Blog categories
Blog search

5 Hal Ini Jadi Pemicu Prestasi Siswa Menurun

Posted on1 Year ago 1030

Ketika siswa terlihat malas belajar tentu sebagai seorang guru atau tenaga pengajar merasa sedih. Apalagi jika siswa tersebut sangat terlihat tidak termotivasi dengan materi yang saat itu sedang dijelaskan selama kegiatan belajar mengajar.

Tentu biar bagaimapun guru mengharapkan siswa dan siswinya menjadi peserta didik yang unggul dan mampu mencetak prestasi di sekolah maupun di tingkat yang lebih tinggi. Jadi wajar saja jika siswa dan siswinya malas belajar tak jarang membuat guru resah.   

Ya walaupun demikian siswa dan siswi yang malas tentu memiliki alasan yang membuat mereka menjadi demikian. Oleh karena itu tidak ada salahnya bagi guru untuk mengetahui kira-kira apa saja alasan yang membuat siswa-siswi tersebut menjadi malas ya, dengan mengetahui faktor-faktor penyebab kemalasan siswa diharapkan dapat mewujudkan kegiatan belajar mengajar yang lebih baik dan meningkatkan prestasi siswa di sekolah. Simak artikel ini sampai selesai ya!



Tidak Menyukai Pelajaran Tersebut

Saat kita menyukai suatu pelajaran apa yang kita rasakan? Tentu saja saat kita menyukai suatu pelajaran kita akan dengan sangat semangat mengerjakan setiap tugas yang berkaitan dengan pelajaran tersebut namun bayangkan jika kita tidak menyukai suatu pelajaran? Tentu akan sulit untuk memahami setiap materi yang dijabarkan. Tidak minatnya siswa dalam belajar boleh jadi karena mereka tidak menyukai suatu pelajaran. Akibatnya seringkali semangat belajar siswa menurun. Jika terus dibiarkan tentu tidak akan berbuah manis. Mungkin beberapa anak memiliki pelajaran favorit, namun bisa saja mereka juga tidak menyukai pelajaran yang lainnya, oleh karena itu sebagai tenaga pelajar kita harus selalu memberikan yang terbaik untuk siswa-siswi peserta didik. Buatlah model pembelajaran yang lebih menyenangkan lagi, jangan lupa untuk berinteraksi dengan siswa selama proses belajar mengajar dimulai, karena itu akan lebih membantu siswa untuk memahami setiap materi. 

Kurang Percaya Diri

Setiap siswa memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Tak hanya kepribadian, keberanian dan kepercayaan diri seorang siswa juga memiliki kadar yang berbeda-beda. Sering kali siswa kehilangan rasa percaya dirinya ketika sedang belajar, seperti halnya seorang siswa ditunjuk maju ke depan kelas untuk menjabarkan hasil rangkumannya, atau mungkin siswa ditunjuk untuk menyelesaikan suatu soal beberapa dari siswa tersebut mungkin ada yang percaya diri namun tidak jarang dari mereka yang minder dan justru takut untuk unjuk gigi. Padahal tidak ada salahnya untuk mencoba maju ke depan kelas, karena benar atau salah yang terpenting adalah sama-sama belajar. Siswa yang merasa minder tersebut biasanya takut jawabannya akan ditertawakan oleh orang lain, atau mungkin dia takut dianggap sebagai siswa yang bodoh karena menulis jawaban yang salah. Hal ini harus segera diatasi oleh setiap guru, jangan biarkan persepsi tersebut terus berada di otak siswa, karena jika dibiarkan mereka tidak akan pernah memiliki keberanian untuk lebih maju dan mencetak prestasi. Buatlah normalisasi kesalahan hanya ketika proses belajar mengajar berlangsung, karena dengan begitu siswa akan berani untuk mengeksplor kemampuan diri tanpa harus merasa khawatir.



Kehilangan Motivasi

Tidak sedikit siswa yang awalnya sangat rajin kemudian tiba-tiba saja mendadak kehilangan motivasi belajar. Hal itu sungguh tidak bisa dibiarkan terlalu lama, akibatnya bisa saja prestasi mereka menurun drastis. Untuk menghadapi murid dengan kasus seperti ini, Anda sebagai tenaga pengajar atau guru seharusnya membuka komunikasi dengan siswa-siswi. Boleh juga untuk meningkatkan motivasi belajar, ceritakan kisah yang menggugah mereka untuk tetap berusaha meraih prestasi setinggi-timgginya. Biasanya kisah yang inspiratif dapat membuat hati mereka tergerak dan akhirnya bersemangat kembali dalam meraih prestasi. 

Sulit Berkonsentrasi

Sulit berkonsentrasi juga merupakan salah satu permasalahan yang cukup berat. Untuk mengatasi siswa yang sulit berkonsentrasi memang diperlukan perhatian khusus. Tanyakan kepada mereka apa saja gangguan yang mereka alami ketika dalam proses belajar mengajar. Biar bagaimanapun konsentrasi adalah hal terpenting yang harus dimiliki ketika kita hendak belajar, dengan tidak memiliki konsentrasi yang optimal maka siswa akan sulit memahami setiap pelajaran yang diajarkan. 

Gaya Belajar Yang Kurang Sesuai

Nah yang menjadi salah satu faktor utama yang harus diperhatikan. Bagaimana ya gaya belajar siswa yang paling bagus dan yang paling efektif untuk meningkatkan minat belajar siswa? Biasanya seorang guru akan mengajar dengan gaya konvensional seperti pada umumnya, menjelaskan materi, menuliskan materi di papan tulis atau jika proses belajar mengajar itu dilakukan secara online maka guru biasanya hanya menerangkan materi lalu membagikan materi yang telah dipelajari tersebut kepada siswa. Jika hanya seperti itu tentu kegiatan pelajar mengajar tidak akan maksimal. Sesekali ada baiknya gunakan gaya belajar yang menyenangkan namun tetap serius. Buatlah dialog dengan siswa, bangun mood belajar siswa terlebih dahulu. Setelah itu sesekali gunakan gaya belajar interaktif, misalnya dengan mengadakan game ditengah pelajaran.

Menu